Posts

Review Musisi Lintas Zaman (Awas Spoiler!) - Part 1

Image
Kali ini saya dapat kesempatan untuk membaca sebuah buku antologi berjudul Musisi Lintas Zaman. Salah satu penulisnya mengirimkan pada saya sekaligus request review. Oleh sebab itu, review kali ini lebih saya tujukan pada para penulisnya. Tidak disarankan baca jika anda pembaca biasa, karena berpotensi spoiler. Tapi kalau anda nekad, tanggung sendiri akibatnya.
Sekilas info dulu (untuk pembaca biasa yang nekad), antologi ini berjudul Musisi Lintas Zaman, diterbitkan oleh LovRinz Publishing, tahun terbit 2017, tebal 346 halaman, ISBN 978-602-5422-03-4.
Pertama-tama saya akan membahas cover. Sebenarnya saya sudah punya pandangan sendiri mengenai covernya, tapi khawatir pandangan saya keliru. Maka saya bertanya pada seorang teman yang berprofesi sebagai desainer. Ternyata jawabannya satu pandangan denganku, ditambah ia juga bantu menjelaskan apa yang tidak mampu saya ungkapkan. Jadi menurutnya, desain cover buku ini kurang menarik. Perpaduan warna hitam dan kuningnya kurang eyecatching.…

Chapter 5 - Anggun Si Putri Cenayang

Hari ini sebuah kabar tak mengenakkan tersebar di sekolah. Berawal saat upacara bendera, ketika beberapa anak menyadari ada satu teman sekelasnya yang tidak masuk. Lalu pada jam pelajaran pertama, wali kelas mengatakan bahwa anak tersebut izin sakit. Sebuah kesimpulan pun terbentuk, lalu mengalir dari mulut ke mulut pada jam istirahat. “Memangnya benar, anak botak yang kemarin menumpahkan teh botol punya Anggun itu sekarang sedang sakit keras?” tanya Doni pada setengah lusin orang yang makan satu meja. Tidak biasanya ia nongkrong dengan anak-anak dari kelas lain—apalagi adik kelas. Namun, berhubung topik ini sedang panas, ia tak bisa melewatkannya begitu saja. Candra dan Fatah mendampinginya seperti biasa. “Iya Bang,” jawab salah satu dari mereka. “Tapi tidak tahu sakitnya keras atau empuk.” “Yaelah, malah bercanda.” “Haha. Tapi seriusan Bang, Pak Guru tidak bilang sakitnya apa.” “Jangan-jangan,” Doni mengusap-usap dagu. “Ada paku di perutnya?” “Hush, jangan bicara sembarangan!” ujar Candr…

Pengalaman Seleksi MT Krakatau Steel 2017 - Part 2

Image
Alkisah ternyata saya berhasil lolos Pra Kualifikasi MT Krakatau Steel 2017. Pengumumannya seharusnya dimuat di website pada tanggal 5 Desember, tapi baru benar-benar muncul tanggal 6 Desember. Maka saya yang sebenarnya lupa mengecek pengumuman di tanggal 5, jadi tidak salah juga saat mengecek di tanggal 6, karena memang baru muncul pada tanggal segitu. ^^
Tes berikutnya adalah psikotes dan tes bidang yang diadakan tanggal 7 Desember. Saya tiba pukul 06:30 WIB, sesuai instruksi untuk datang 30 menit sebelum waktu yang ditentukan (07:00 WIB). Setelah registrasi dan lain-lain, psikotes dimulai pukul 09:00 WIB (kalau tidak salah). Ada 1 paket ujian yang berisi 150 soal. Soal dibagi dalam 3 bagian, yang pertama bahasa, kedua hitungan, ketiga silogisme bahasa. Untuk bagian bahasa tidak ada masalah. Memasuki soal-soal hitungan, saya mulai kewalahan. Akhirnya saya lompat langsung mengerjakan soal bagian ketiga karena takut kehabisan waktu, yang akhirnya juga kewalahan. Saya mungkin cuma ber…

Chapter 4 - Anggun Si Putri Cenayang

Seketika suasana aneh menyerbak. Para gadis diam terbelalak, lalu saling pandang tanpa kata-kata. Mereka seperti ingin bertanya ‘apa yang ia lakukan di sini?’ tapi tak mau sampai terdengar. “Benar, ini adalah ekskul taekwondo,” Raynold memecah keheningan. “Aku diberitahu guru bahwa kau akan bergabung bersama kami.” “Itu benar,” Anggun mengangguk. Lalu ia membuat senyuman di wajahnya. “Jadi, boleh aku bergabung?” “Tentu saja boleh, tidak ada yang melarang, kan? Hahaha.” Raynold memaksakan tawa yang dibuat-buat. Sejak tadi ia terlihat was-was. “Silakan duduk. Kita perkenalan dulu.” Semua segera duduk membentuk lingkaran. Serentak para gadis berdempet-dempetan di satu sisi, menyisakan Anggun yang bersimpuh sendirian. “Hmm, Anggun.” panggil Raynold. “Ya, Kak?” “Pertama-tama aku ingin tahu, apa motivasimu mengikuti ekskul ini?” “Agar nilai ekskulku tidak kosong,” jawab Anggun begitu tegas dan lugas. “Ah, begitu ya, hahaha... hanya itu?” Raynold jadi canggung. “Selain taekwondo kan masih banyak eksk…

Pengalaman Pra Kualifikasi MT Krakatau Steel 2017

Image
Satu bulan yang lalu (akhir Oktober 2017) saya mendaftar posisi Management Trainee Krakatau Steel melalui website. Kemudian pada tanggal 22 November 2017, ternyata nama saya muncul dalam daftar peserta yang lolos tes administrasi. Maka selanjutnya saya diwajibkan mengikuti Pra Kualifikasi pada tanggal 26 November 2017, bersama dengan puluhan ribu peserta lain. Lokasi tes saya adalah gedung Center of Excellence di kompleks Fakultas Teknik Untirta.

Saya tiba di lokasi menembus hujan dan badai pukul 06:30. Sebab berdasarkan pengumuman, ujian untuk Batch 1 diadakan pukul 08:00, dan peserta harus hadir 1 jam sebelumnya. Saya pun ikut melakukan registrasi, kemudian menunggu hingga waktu tes dimulai. Namun, something happened...

Karena pada awalnya tes akan dilakukan secara online, maka peserta diwajibkan membawa laptop atau smartphone. Kemudian panitia memberi instruksi agar peserta menggunakan wifi rekrutmen Krakatau Steel. Seperti yang saya perkirakan, wifinya tidak akan kuat digunakan r…

Chapter 3 - Anggun Si Putri Cenayang

Pada jam istirahat Fatah disuruh membawa buku tugas ke ruang guru. Sebenarnya bukan pekerjaan sulit, tapi Doni dan Candra ikut membantunya. Maka masing-masing membawa beban yang sudah dibagi tiga. “Apa tidak merepotkan?” tanya Fatah agak sungkan. “Biar aku saja.” “Masa, merepotkan? Kita kan teman,” jawab Doni. “Ini enteng.” “Loh Don, tadi kau bilangnya mau pencitraan?” celetuk Candra. “Supaya dianggap anak baik oleh guru?” “Eeeh jangan buka-buka kartu ya!” Fatah memang tidak banyak bicara, tapi ia selalu suka mendengar pembicaraan kedua temannya itu. Bagi Fatah, bisa bertemu dengan mereka di kelas XI, dan masih bisa menjalani kelas XII bersama, adalah suatu anugrah. Mereka jalan melewati lorong yang dipenuhi siswa-siswi. Kemudian tampak sesosok gadis yang berlari kecil menghampiri, menyebrang dari lapangan basket. “Kak Fatah!” Gadis itu adalah Putri. “Eh Putri,” jawab Fatah. “Ya? Ada apa?” “Nanti sore jadi ya, mengantarku beli baju taekwondo?” “Nanti sore...” Fatah mengingat-ingat acaranya sore…