Posts

Review Novel Dark Matter

Image
Sekelebat sinopsis : Jasson Dessen adalah dosen fisika di universitas kelas 2. Ia memiliki seorang istri dan seorang anak. Ia pikir ia sudah menjalani hidup yang bahagia, meski terkadang pikiran itu muncul. Apa jadinya jika dulu ia tak menikah dan lebih mengejar mimpinya menjadi peneliti sukses? Hingga suatu hari seseorang menculik lalu membiusnya. Saat ia sadar, ia mendapati dirinya sebagai orang yang berbeda, di dunia berbeda. Di sana ia adalah peneliti terkenal yang membuat penemuan hebat. Tapi... Di sana ia tak pernah menikahi wanita yang ia cintai, dan putra semata wayangnya tak pernah lahir...

Awal saya melihat judul novel ini adalah saat stalking FB gebetan. Waktu itu dia baru selesai baca, kemudian update status, sambil kasih bintang 5/5 kalau ga salah. Saya jadi penasaran dong, buku seperti apa si yang dia sukai. Cari-cari informasi di internet, sepertinya Dark Matter adalah cerita sci-fi tentang dunia paralel yang dipadu bumbu thriller dan romansa. Rating goodreadsnya lumay…

Sisi Edukatif Tayangan Karma ANTV

Image
Note : Artikel ini ditulis berdasarkan opini dan pengalaman pribadi.

Saat menyaksikan tayangan Karma di ANTV, bisa jadi hal pertama yang terlintas yang di benak anda adalah : "Ini pasti setingan!". Atau setidaknya menjadi sebuah pergolakan batin : "Ini asli atau setingan ya?" Namun, ada satu elemen yang seringkali luput dari perhatian pemirsa kala memperdebatkan keaslian tayangan ini. Itu adalah sisi edukatif yang tersirat dari aksi-aksi Kak Roy Kiyoshi.

Saya ingat salah satu episode Karma yang ceritanya begini. Seorang partisipan memiliki keluhan merasa kena guna-guna. Tiap malam dia sering menjerit-jerit sendiri seperti kerasukan syaiton. Kemudian Roy melipat-lipat kertas, lalu mengatakan bahwa di dalam kertas itu ada sesuatu yang ditakuti oleh si syaiton. Maka ketika Roy mendekatkan lipatan kertas itu pada si partisipan, si partisipan mulai menjerit-jerit. Namun, saat kertas dibuka, ternyata tidak ada apa-apa di dalamnya (selain tulisan nama Roy Kiyoshi). Roy p…

Chapter 11 - Anggun Si Putri Cenayang

Image
“Serius. Bos?” Si pemuda yang sempat melakukan kontak fisik dengan Fatah terlihat tak terima. Wajahnya yang kemerahan seperti sudah haus ingin menghajar orang. “Kau budek ya?!” Hardikan sang Bos seketika membuat pemuda itu tersentak, lalu tak bicara lebih jauh.Yang lain pun sama, semua diam tanpa kata. Hanya menatap heran, sebab tak biasanya pemimpin mereka melepaskan buruan. “Jadi... kita boleh pergi?” tanya Fatah memecah keheningan. Si Bos bercodet menjawabnya dengan satu dengusan singkat. Maka Fatah membimbing Putri melangkah pergi. Ia menuntun gadis itu sambil tetap mengawasi para pemuda di pos keamanan. Bahkan setelah berbelok di tikungan pun, Fatah sama sekali tak menurunkan kewaspadaan. Setidaknya sampai ia mengantar Putri ke depan rumahnya dengan selamat. “Kenapa sih, Bos?” Seseorang akhirnya tak tahan untuk tak bertanya. “Cih—“ Husein—nama sang Bos—menggaruk-garuk codet di mata kanannya. Ia berjalan seperti babi yang kegemukan, lalu duduk senyaman mungkin di pos keamanan. “Anak yang…

Chapter 10 - Anggun Si Putri Cenayang

Image
Fatah masih sibuk memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tas saat tiba-tiba Putri mendatanginya. “Kak Fatah!” seru gadis itu. Beberapa anak di kelas yang mengenali Putri langsung memanggil-manggil dengan ganjen, tapi segera dihalau oleh Doni. Fatah menjinjing tasnya lalu menghadap gadis itu. “Ya? Ada apa Put?” Putri mengatur napas terlebih dahulu sembari menyeka titik-titik keringat di dahinya, barulah kemudian mengutarakan niat. “Sore ini Kakak sibuk tidak?” “Tidak.” Fatah menggeleng. “Boleh temani aku ke toko buku, Kak?” Deg. Jika jantung bisa berhenti berdetak dulu karena kaget, mungkin itulah yang sedang dialami Fatah sekarang. Ia tak menyangka, semakin hari Putri semakin lantang. Gadis yang semula terlihat malu-malu itu kini berani mengajaknya pergi di depan anak-anak sekelas. Maka tak bisa dihindari lagi mereka jadi sorotan semua orang. Bingung. Fatah bingung. Ia melirik pada kedua temannya bermaksud meminta nasehat. Candra melontarkan acungan jempol. Baginya Putri jelas lebih baik daripad…

Chapter 9 - Anggun Si Putri Cenayang

Image
“Kalau begitu,” Fatah memperhatikan Anggun dan Putri secara bergantian, “bagaimana kalau kalian berdua saling latih landing?” Senyum Anggun seketika membeku—beberapa saat—, lalu berubah menjadi raut kecewa yang jelas. Begitu juga dengan Putri, agaknya butuh waktu baginya menghadapi kenyataan ini. Kedua gadis itu saling tatap, tak bertukar kata, tapi memancarkan ketidaksukaan yang kentara melalui irisnya. Ami terus menyenggol-nyenggol Raynold, hingga pemuda itu angkat bicara. “Fat!” katanya, kemudian berpikir sejenak. Sayangnya ia tak menemukan alasan kuat untuk menolak keputusan Fatah. Maka ia hanya mengendikkan bahu. “Kenapa?” “Aku kan senior, sesekali aku mau jadi pengawas saja,” jawab Fatah. “Kadang... dua orang dengan kemampuan setara yang saling berlatih tanding perkembangannya akan lebih cepat.” Ia mengutarakan teori yang dibuat-buat sendiri. “Hari ini juga aku sedang tidak fit,” tambahnya sambil pura-pura batuk. “Begitu ya... baiklah...” ucap Raynold dengan gestur ‘terserah’. Meski …

Chapter 8 - Anggun Si Putri Cenayang

Image
Sabtu pagi, Fatah memasuki gerbang sekolah dengan perasaan bimbang. Saat berlatih taekwondo jelas ia tak bisa menghindari Anggun. Dahinya mengerut kala memikirkan bagaimana cara menyapa gadis itu senatural mungkin. Masakanmu enak sekali! Haruskah ia mengucapkan itu sembari mengembalikan rantang? “Fatah! Fatah!” Tiba-tiba Raynold berlari menyusulnya, lalu merangkulkan lengan di lehernya. “Sini, ke sini sebentar!” Pemuda itu memaksa Fatah keluar dari jalur yang seharusnya. Mereka tidak jadi ke halaman depan mushola, malah ke pinggir lapangan di mana anggota ekskul baskel memulai pemanasan. Mereka duduk di kursi semen beralas keramik tempat anak-anak gadis biasa menonton idola basketnya bertanding. “Kenapa? Kau mau pindah ekskul?” tanya Fatah keheranan. “Katanya mau ke kejuaraan nasional taekwondo?” “Bukan, ada masalah yang lebih penting,” ucap Raynold sangat serius. “Maksudku masalahmu, bukan masalahku.” Fatah segera mendapat firasat buruk. Ia sudah mengenal Raynold lama, tapi baru dekat bebe…

Chapter 7 - Anggun Si Putri Cenayang

Image
Kelas sangat ribut pada jam istirahat pagi. Yang tidak ribut adalah Fatah yang tengah merenung. Doni yang biasanya penuh percaya diri juga tampak sangat lesu—entah santetnya Anggun sudah bekerja ataukah karena ia sedang panik menanti kedatangan santet tersebut. Candra yang tak tahu harus berbuat apa, memutuskan menunggu dimulainya jam pelajaran dengan membaca. Dia naksir kamu Fat! Dia naksir kamu Fat! Dia naksir kamu Fat! Kata-kata Candra itu terus berulang dalam benak Fatah, seperti rekaman radio yang rusak. Pemuda itu menekan keningnya dengan ujung bolpoin, lalu memutar-mutar bolpoin tersebut. Ia berpikir keras bagaimana sebaiknya menyikapi hal ini. Psst! Psst! Kak Fatah! Suara itu kembali menggema dalam relungnya, seperti suara perempuan. Psst! Psst! Kak Fatah! Suaranya begitu jelas, seolah memang ada yang memanggilnya. Apakah pengaruh Anggun begitu kuat? Apakah gadis itu sudah memulai jampi-jampinya? “Kak Fatah! Kakak bengong ya?!” Fatah terlonjak. Ia cepat-cepat menoleh ke arah jendela. Ad…